Tentang Kami

Cerita di Balik Setiap Helai Karya

Usimodist lahir dari keyakinan bahwa mode dan alam bisa berjalan beriringan — menghasilkan keindahan tanpa merusak bumi.

Asal Usul

Dari Kebun ke Kain

Usimodist didirikan oleh pengrajin tekstil lokal yang terinspirasi dari kekayaan flora Nusantara. Nama "Usimodist" merangkum visi kami: menggunakan alam (usi) sebagai medium ekspresi artistik (modist) yang berkelanjutan.

Misi kami sederhana namun mendalam — menciptakan busana dan tekstil yang jujur terhadap bumi, memuliakan tanaman lokal, dan memberdayakan pengrajin tradisional Indonesia.

Pengrajin Usimodist sedang mengerjakan kain ecoprint dengan dedaunan alami
Proses Kami

Proses Ecoprint: Alam Berbicara

Ecoprint adalah metode pewarnaan tekstil yang menggunakan pigmen alami langsung dari daun, bunga, dan material organik lainnya. Tidak ada pewarna sintetis, tidak ada bahan kimia berbahaya — hanya keindahan murni yang berpindah dari alam ke kain.

Berbeda dengan pewarnaan tekstil konvensional yang menghasilkan limbah cair kimia berbahaya, proses ecoprint kami menggunakan mordant alami (tawas) yang aman terurai secara biologis. Ini berarti air limbah proses kami tidak meracuni sungai atau tanah.

Setiap lembar kain melewati tahapan mordanting, penataan daun, fiksasi (pounding / steam / iron blanket), pengeringan alami, dan pembilasan dengan air bersih tanpa detergen sintetis. Hasilnya adalah tekstil yang ramah lingkungan sekaligus bernilai estetika tinggi.

Manfaat lingkungan konkret: proses ecoprint kami mengurangi penggunaan air sebesar 70% dibandingkan pewarnaan konvensional dan tidak menghasilkan limbah cair kimia yang mencemari perairan.
Tiga Cara Kami

Teknik Ecoprint Usimodist

Teknik pounding: daun dipukul langsung ke permukaan kain

Pounding

Teknik tertua dan paling langsung — daun segar ditata di atas kain mordanting, lalu dipukul merata menggunakan palu. Pigmen alami berpindah langsung ke serat kain, meninggalkan jejak nyata termasuk detail urat dan tekstur daun. Menghasilkan motif organik yang kasar-alami dan penuh karakter.

Teknik steam: kain digulung bersama daun lalu dikukus dalam panci

Steam

Kain dan daun digulung bersama pipa, diikat rapat, lalu dikukus selama 2–3 jam. Panas uap membantu pigmen meresap lebih dalam ke serat, menghasilkan warna yang lebih intens dan tahan lama. Cocok untuk tanaman dengan kandungan tanin tinggi seperti eucalyptus dan pakis.

Teknik iron blanket: kain dilipat dengan bantalan logam lalu di-press dan dipanaskan

Iron Blanket

Metode paling presisi: kain dilipat berlapis dengan lembaran logam (iron blanket) di antaranya, lalu dikempa dan dipanaskan dalam oven. Tekanan dan panas seragam menghasilkan ketajaman motif tertinggi dengan detail venasi daun yang hampir fotografi. Ideal untuk bunga dan daun berpigmen cerah.